Tata Cara Khotbah Jumat

Tata Cara Khotbah Jumat 5 out of 5 based on 1 ratings.
img_rate_1img_rate_2img_rate_3img_rate_4img_rate_5
print.png Cetak
pdf.gif PDF
photos.png Gambar Artikel
group.png 1 Vote

KHOTBAH JUMAT

Kegiatan dakwah Jumat berupa khutbah berbeda dengan kegiatan dakwah pada umumnya. Selain bersifat monolog, khutbah Jumat juga memiliki syarat dan rukun yang harus dilaksanakan secara tertib, teratur dan berurutan. Dakwah Jumat juga harus terdiri dari dua khutbah yang dipisahkan dengan duduknya khotib di antara dua khutbah.

66_khutbah-jumat-pembinaan-generasi-muda25.jpg

Syarat berikutnya ialah bacaan-bacaan tertentu yang wajib dilafalkan khotib dalam khutbahnya berbeda dengan ceramah atau pengajian pada umumnya yang cenderung ‘bebas' dalam arti tidak ada aturan mengikat mengenai ayat atau doa yang harus dibaca.

Berikut adalah tata cara khutbah Jumat sesuai dengan syarat, rukun, tradisi serta sunnah yang dianjurkan:

Khutbah Jumat dilaksanakan mendahului sholat Jumat
Sebelum khotib naik mimbar biasanya waktu digunakan pengurus masjid untuk menyampaikan pengumuman mengenai siapa yang bertindak menjadi imam dan khotib, laporan keuangan mesjid dan ajakan untuk mengisi shaf terdepan serta pengumuman lain. Tradisi ini lazim dilakukan kaum muslimin di negara kita.
Ketika tepat masuk waktu zhuhur, Khotib naik mimbar kemudian mengucapkan salam kepada jamaah diikuti dengan kumandang azdan oleh muadzin.
Memulai khutbah pertama dengan tata cara sebagai berikut:

Bacaan Khutbah I

Hamdalah, contoh: Innal-hamdalillaah. Nahmaduhuu wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruhu wa na'uudzubillaahi min syuruuri ‘anfusinaa, wa min syayyi-aati a'maalinaa man-yahdillaahu falaa mudhillalah. Wa man-yudhlilhu falaa haadiyalah.
Dua Kalimat Syahadat, contoh: Asyhadu an-laa ilaaha illallah. Wahdahu laa syariikalaah. Wa asyhadu annaa muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhuu laa nabiyya ba'dah.
Shalawat atas Nabi SAW., contoh: Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad. Wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ‘ajma'iin.
Ajakan atau nasihat taqwa kepada para jamaah. Contoh terdapat dalam Quran surat Ali Imron ayat 102 yakni: Fa-uushiikum wa nafsii bit-taquullaah. Qaalallaahu ta'aala fiil qur'aanil-kariim. A'uudzubillaahi minasy-syaithoonir-rajiim. Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu, ittaquullaaha haqqaa tuqaatihi wa laa tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun.
Melafalkan atau membaca ayat suci Al-Quran sesuai dengan tema dakwah Jumat yang ingin disampaikan dengan sebelumnya membaca Wa qaalallahu ta'aalaa fil qur'aanil karim. Audzubillaahimina-sy-syaitoon nirrojiim (ayat yang ingin didakwahkan) amma ba'du.
Mulai berceramah sesuai dengan tema dakwah Jumat. Dalam hal ini para khotib biasa memanggil para jamaah dengan sebutan “sidang jumat yang dirahmati Allah”, “ma'asyiral muslimun rahimakumullah” dan lain-lain.
Menutup khutbah I dengan membaca doa barakallahu lii wa lakum fill qur'aanil-azhiim. Wa nafa'nii wa iyyakum bima fiihimaa minal-aayaati wa dzikril-hakiim. Wa nafa'anaa bi hadii sayyidal-mursaliin. Wa biqawlihiil qawiim aquulu qawli haadza, Wa astaghfirullaahal ‘azhiim lii wa lakum. Wa lii syaa-iril mu'miniina wal mu'minaat wal muslimiina wal muslimaat min kulli dzanbii fastaghfiruuhuu innahuu huwas samii'ul ‘aliim wa innahuu huwal ghafuurur rahiim.
Duduk diantara dua khutbah

Khutbah II

Mulai khutbah kedua dengan bacaan sama dengan khutbah I yaitu: hamdalah, syahadat, shalawat, nasihat taqwa, ayat Al-Quran dan kesimpulan / intisari dakwah Jumat.
Menutup khutbah II dengan membaca ayat Al-Quran yang berisi ajakan untuk bershalawat atas Nabi SAW yakni; surat Al-Ahzab: 56. Ibaadallaah innallaaha amarakum bi amri bi da-aafiati binafsihi wa tsanii bimalaaikatihil musabbihati biqudsihi wa tsullatsaa bikum ayyuhal mu-minuuna min jannati wa insihi fa qaalallaahu qawlan kariiman. Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuuna ‘alan nabii yaa ayyuhal ladziina ‘aamanuu shalluu ‘alaihi wa salliimu tasliimaa. Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa muhammad wa ala ali muhammad, wash shahaabati ajma'iin wat taabi'iina wat taabi'it taabi'iina wa man tabi'ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin wa ‘alaina ma'ahum birahmatika yaa arhamar raahimiin 
Membaca doa diantaranya ialah Allahummagh fir lil mu'miniina wal mu'minaat wal muslimiina wal muslimaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat innakas samii'un qariibun mujiibud da'wat wa yaa qaadhiyal haajaat. Doa lain dan ditutup dengan do'a keselamatan dunia dan akhirat; rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah wa fill aakhiraati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar
Menutup keseluruhan khutbah dengan membaca surat An-Nahl: 90. Ibaadallah. Innallaaha ya-muruu bil ‘adli wal ihsaan. Wa iitaa-i dzil qurbaa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal baghyi yaizhzhukum la'allakum tadzakkaruun fadzkurullaaha ‘azhiimi wa yadzkurkum fastaghfirullaaha yastajib lakum wasykuruuhu ‘alaa ni'matil latii wa ladzikrullaahu akbar. Wa aqiimish shalah.
Iqamat untuk shalat jum'at

Tag Artikel :

Bangsa Yahudi Yahudi : Memperbudak Bangsa Lain Menggunakan Alasan Agama
Secangkir Kopi Secangkir Kopi
Sehatkan Diri Dengan Berpuasa Sehatkan Diri Dengan Berpuasa

Tinggalkan komentar berkaitan dengan "Tata Cara Khotbah Jumat"

Nama : *
Email : *
Situs :
Rating : Excelent
Komentar : *
Pertanyaan Keamanan :
security image
perbaharui gambar
*